Pemasaran Influencer

8 Penyebab Promosi Influencer Kurang Dipercaya

Penasaran dengan penyebab promosi influencer kurang dipercaya oleh audiens? Ternyata ada 8 penyebab ini yang harus kamu perhatikan dalam strategi influencer marketing!

Faridatur Riskiyah
1 Oktober 2023
5 min read
8 Penyebab Promosi Influencer Kurang Dipercaya

Strategi promosi influencer merupakan salah satu teknik pemasaran efektif dalam beberapa tahun terakhir. Para influencer memiliki kekuatan untuk mempengaruhi banyak orang hanya dengan postingan atau konten di media sosial. Sehingga bisa menguntungkan bagi pemilik brand.

Namun, seperti halnya strategi pemasaran lainnya, promosi influencer juga memiliki sejumlah penyebab yang membuatnya kurang dipercaya di mata konsumen. Berikut adalah beberapa faktor penyebab promosi influencer kurang dipercaya:

1. Tidak Jujur

Salah satu alasan utama mengapa promosi influencer kurang dipercaya adalah karena adanya unsur ketidakjujuran. Beberapa influencer mungkin tidak selalu mendedikasikan diri untuk memberikan ulasan jujur terkait produk yang mereka promosikan.

Mereka bahkan bisa memberikan ulasan positif walaupun tidak benar-benar menyukai atau menggunakan produk tersebut. Hal ini sangatlah fatal dalam mempromosikan produk. Ini bisa merugikan konsumen yang mencari rekomendasi jujur sehingga bisa berdampak buruk.

2. Terlalu Hard Selling

Apakah hard selling selalu buruk? Tentu saja tidak, tetapi ada beberapa kasus di mana hard selling tidak terlalu efektif untuk menarik minat konsumen. Bahkan, audiens juga bisa malas menonton konten jika sudah tahu adanya unsur iklan di dalamnya.

Jika konsumen menyadari bahwa influencer memiliki hubungan dekat dengan brand atau perusahaan tertentu, mereka mungkin menganggap ulasan atau rekomendasi tersebut bias dan tidak obyektif.

Netizen juga akan curiga bahwa influencer mungkin dimotivasi oleh imbalan atau hubungan pribadi daripada kejujuran. Oleh karena itu, pahamilah bahwa tidak semua jenis produk atau audiens sesuai dengan teknik hard selling.

3. Over-promosi

Terlalu banyak promosi juga dapat mengurangi kepercayaan konsumen. Jika influencer terlalu sering mempromosikan berbagai produk tanpa memberikan konten bermanfaat atau informatif, maka audiens dapat kehilangan minat.

Orang-orang membuka media sosial tentunya untuk tujuan hiburan dan sosialisasi, mereka mungkin tidak punya waktu untuk menyimak konten over promosi dari influencer. Kalau pun ingin promosi, sebaiknya kemas dalam bentuk menarik serta menghibur agar tidak membosankan.

4. Pemilihan Produk Tidak Tepat

Pemilihan produk yang tidak sesuai dengan kepribadian atau minat sebenarnya dari influencer juga dapat menyebabkan penurunan kepercayaan. Jika influencer mempromosikan produk tidak sesuai dengan audiens mereka, maka akan menimbulkan pertanyaan tentang motif sebenarnya.

Pastinya tidak lucu jika influencer di bidang gaming tiba-tiba membahas tentang topik lain yang tidak ia kuasai. Bagaimana mungkin audiens akan tertarik jika promotornya saja tidak punya kredibilitas di bidang tersebut?

5. Perbedaan Etika dan Nilai Pribadi

Kepercayaan juga bisa terkikis jika influencer mempromosikan produk yang tidak sejalan dengan etika atau nilai-nilai pribadi audiens. Misalnya, influencer mempromosikan produk mengandung bahan-bahan berbahaya atau tidak ramah lingkungan.

Contoh lainnya adalah ada influencer mempromosikan judi online berkedok game. Nah, hal ini sudah jelas akan mengurangi kepercayaan konsumen terhadap mereka. Sebisa mungkin, hindari melakukan tindakan tersebut jika ingin bertahan lama di industri ini.

6. Menggunakan Bot

Beberapa influencer seolah sengaja menggunakan cara-cara tidak jujur untuk meningkatkan jumlah pengikut, bahkan menggunakan bot demi meningkatkan interaksi atau bahkan membeli pengikut palsu.

Penggunaan bot atau pembelian follower palsu adalah praktik merugikan dalam dunia influencer. Memang benar, sekilas seolah menguntungkan bagi influencer, tetapi sebenarnya tidaklah demikian.

Netizen saat ini sudah cukup pintar untuk membedakan hal tersebut, apalagi pemilik brand-nya, maka harus lebih berhati-hati lagi. Jika sampai bekerja sama dengan influencer curang, maka akan turut merusak kepercayaan audiens terhadap brand.

7. Bukan Ahlinya

Jika seorang influencer tidak memiliki pengalaman atau kredibilitas mumpuni dalam bidang terkait dengan produk, maka konsumen mungkin kurang mempercayai rekomendasi mereka. Oleh karena itu, penting mendapatkan influencer dengan keahlian sesuai dengan brand.

8. Kasus Skandal dari Influencer

Skandal adalah musuh terbesar bagi orang terkenal, tidak terkecuali influencer. Netizen cenderung tidak menyukai influencer dengan banyak skandal, bahkan bisa berpengaruh pada brand jika sampai masih menjalin kerja sama selama proses skandal itu berlangsung.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika penurunan kepercayaan konsumen bisa berdampak terhadap penjualan brand nantinya. Oleh karena itu, pastikan sudah memilih influencer dengan minim skandal atau setidaknya punya track record positif di dunia maya.

Jangan mengambil risiko bekerja sama dengan influencer bermasalah karena bisa berpengaruh pada penjualan brand. Jadi, risetlah dengan baik tokoh mana yang sesuai dengan nilai-nilai brand kamu dan pastikan influencer tidak terkena kasus apapun dalam periode kerja sama tersebut.

Penutup

Penyebab di atas adalah sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kurangnya kepercayaan terhadap promosi influencer. Oleh karena itu, penting bagi influencer serta pemilik brand untuk mempertimbangkan etika, transparansi, dan integritas dalam setiap kampanye pemasaran.

Kalau kamu ada waktu, cobalah konsultasi gratis bersama PopStar dengan mengisi formulir ini.

Ready to Transform Your Marketing?

Discover how PopStar Influencer's AI-powered platform can revolutionize your brand's marketing strategy.