Pemasaran Influencer

5 Kesalahan Pemilik Brand Dalam Memilih Influencer

5 Kesalahan pemilik brand dalam memilih influencer Indonesia yang tepat untuk bisnis agar tidak gagal dalam digital marketing

PopStar Team
30 Desember 2022
5 min read
5 Kesalahan Pemilik Brand Dalam Memilih Influencer

Sebagai pemilik brand, influencer marketing adalah teknik yang efektif untuk meningkatkan reputasi merek. Namun, memilih influencer itu tidak mudah. Prosesnya panjang, mulai dari mencari, menghubungi, negosiasi, hingga mengkurasi konten. Jika salah memilih, tujuannya bisa tidak tercapai.

Artikel ini akan membahas 5 kesalahan yang sering dilakukan pemilik bisnis dalam memilih influencer dan bagaimana cara menghindarinya.

Pentingnya Influencer Marketing

Menurut Statista, 62% masyarakat Indonesia terpengaruh oleh rekomendasi influencer sebelum membeli barang. Influencer punya kekuatan untuk memengaruhi pembelian dan juga mengedukasi audiens tentang suatu produk.

Namun, tidak semua influencer punya kemampuan ini. Contohnya, seorang selebgram dengan 2,6 juta pengikut gagal menjual 36 t-shirt dari produk yang ia promosikan. Ini membuktikan bahwa angka pengikut yang besar tidak selalu menjamin kesuksesan.

5 Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan

1. Salah Memilih Platform Influencer

Sebelum memilih influencer, tentukan di platform mana audiens targetmu paling banyak. Jika targetmu adalah wanita di atas 50 tahun, Facebook mungkin lebih tepat daripada TikTok yang mayoritas penggunanya berusia 18-24 tahun.

2. Langsung Terpaku pada Angka

Jumlah pengikut, engagement rate, atau likes tidak selalu mencerminkan kualitas influencer. Sebelum melihat angka, tentukan persona influencer yang kamu butuhkan. Contohnya, jika kamu punya brand pengharum mobil, carilah influencer yang suka bepergian dengan mobil, suka wewangian, dan merawat penampilannya.

3. Salah Memilih Tren dan Relevansi

Tren di media sosial sangat cepat berganti. Penting untuk memastikan tren yang kamu ikuti relevan dengan produkmu dan tidak merusak citra merekmu. Hindari menggunakan influencer yang rentan skandal, kecuali jika kamu punya strategi yang sangat matang.

4. Brief yang Terlalu Rumit atau Kurang Tepat

Brief yang terlalu kaku bisa membatasi kreativitas influencer, sementara brief yang terlalu bebas bisa membuat pesanmu melenceng. Berikan brief yang jelas namun tetap memberi ruang untuk berkreasi. Pastikan juga detail teknis seperti pengembalian produk atau pembayaran sudah dijelaskan dengan baik.

5. Tidak Memiliki Sumber Daya Khusus untuk Mengurus Influencer

Mengurus influencer marketing butuh banyak waktu dan tenaga. Prosesnya panjang dan bisa rumit. Jika kamu tidak memiliki tim khusus, kampanye bisa gagal karena kurang matang dalam strategi atau eksekusinya.

PopStar, Solusi Influencer Marketing

Jika kamu tidak punya tim khusus untuk mengurus influencer marketing, menggunakan agensi atau platform adalah pilihan yang tepat. PopStar adalah platform influencer marketing yang dapat menangani seluruh kebutuhanmu. Kami punya 650.000 influencer dari berbagai kategori dan wilayah yang siap mempromosikan produkmu.

Tim ahli kami bisa membantumu mendiskusikan strategi yang tepat dan menjalankan seluruh prosesnya. Kamu bisa fokus mengembangkan merekmu, sementara kami melakukan yang terbaik untuk mendukungmu.

Hubungi tim PopStar sekarang untuk informasi lebih lanjut!

Ready to Transform Your Marketing?

Discover how PopStar Influencer's AI-powered platform can revolutionize your brand's marketing strategy.