Penjualan TikTok Shop Melebihi Marketplace Tokopedia. Cek Faktanya

January 20, 2023

penjualan-tiktok-shop-melebihi-marketplace-tokopedia-cek-faktanya banner

20 January 2023- Della Octavilia

Benarkah penjualan TikTok Shop Indonesia berhasil melebihi penjualan Shopee, Tokopedia, hingga Lazada? Baru-baru ini terdapat kabar bahwa salah satu fitur terbaru dari TikTok, yaitu TikTok Shop berhasil membuat berbagai platform e-commerce di Indonesia ketar-ketir, hal ini karena penjualannya mengalami peningkatan drastis.

Menurut data internal perolehan llaman The Information mengatakan bahwa, di tahun 2022 Gross Merchandise Volume (GMV) atau nilai total barang pada transaksi TikTok Shop di Asia Tenggara mengalami peningkatan hingga empat kali lipat sebesar US$ 4.4 miliar atau sekitar Rp66.7 triliun. 

Peningkatan ini datang berkat fitur TikTok Shop berhasil memberikan pengalaman berbelanja lebih nyaman bagi penggunanya. Di mana pengguna TikTok dapat melakukan transaksi langsung di aplikasi tersebut, bahkan brand pun dapat menjual produknya langsung di aplikasi TikTok.

Lalu, benarkah penjualan TikTok Shop berhasil menggeser penjualan Shopee, Tokopedia, hingga Lazada? 

Merujuk laman Katadata.com, walaupun mengalami peningkatan sebanyak empat kali lipat, penjualan TikTok Shop Indonesia masih berapa di bawah Shopee, Tokopedia, dan Lazada. 

Pada tahun 2021 GMV Shopee masih menunjukkan angka tinggi, yaitu sebesar US$ 62.5 miliar atau setara Rp899 triliun. Sedangkan, GMV Lazada tercatat sebesar US$ 21 miliar atau Rp302 triliun, dan Gross Transaction Value Tokopedia menunjukan angka sebesar Rp230 triliun.

Dengan begitu penjualan TikTok Shop masih berada di bawah platform-platform e-commerce Indonesia. Tetapi TikTok Shop dipercaya akan terus mengalami peningkatan pesat di tahun 2023 ini, dan penjualannya pun akan terus bertambah seiring fitur-fiturnya yang berhasil menarik perhatian penggunanya.

Apa sajakah keunggulan dari fitur TikTok Shop ini sehingga dipercaya dapat membantu mengembangkan suatu bisnis? Di sini, PopStar akan membahas tuntas seputar fitur TikTok Shop untuk membantu bisnis mu. Yuk, simak lengkapnya!

Sejarah TikTok di Indonesia

Sebelum kembali trend di Indonesia pada akhir tahun 2019 lalu, ternyata TikTok pernah lho ditutup sementara oleh pihak Kominfo. Mau tahu apa penyebabnya? Yuk, simak jelasnya di sini!

TikTok merupakan video sharing platform, di mana para penggunanya dapat membuat, mengedit, hingga membagikan klip video pendek serta dilengkapi filter dan musik-musik trendy sebagai pendukung.

TikTok pertama kali diluncurkan pada tahun 2016 dengan nama Douyin di Cina. Namun, untuk memperluas pasar hingga ke luar pasar Cina, ByteDance sebagai perusahaan induk Doujin mengganti nama Doujin menjadi nama TikTok untuk pasar luar negeri, tetapi di Cina TikTok masih dikenal dengan sebutan Doujin.

Di awal kemunculannya ini, TikTok memiliki kesamaan dengan aplikasi Musical.ly, penggunanya sama-sama dapat membuat video singkat serta didukung oleh berbagai filter dan musik trendy. Dengan kesamaannya tersebut, akhirnya ByteDance membeli Musical.ly dan melakukan merger halus agar dapat menggaet pasar Amerika. Berkat mergernya tersebut, TikTok pun berhasil mendapatkan 300 juta pengguna baru.

Di Indonesia sendiri, TikTok sudah masuk sejak tahun 2017. Mungkin, kamu sempat mendengar nama “Bowo Alpenliebe” yang sempat viral dengan berbagai unggahan konten video jogetnya di TikTok. Ya, berkat Bowo TikTok sempat diminati oleh berbagai remaja Indonesia.

Namun kepopuleran TikTok tidak bertahan lama, karena Kominfo memutuskan untuk menutup sementara TikTok akibat banyaknya protes dari masyarakat, mereka menganggap jika banyak terdapat konten negatif di dalamnya. 

Kominfo menutup sementara aplikasi Tiktok selama kurang lebih satu bulan saja, setelah pihak TikTok memenuhi berbagai persyaratan dari Kominfo seputar konten-konten terlarang di dalamnya.

Walaupun sempat ditutup, TikTok dapat bangkit lagi di Indonesia, hal ini dapat kita ketahui dengan TikTok mulai menjadi trend di akhir tahun 2019, lalu. Apalagi sejak Pandemi Covid-19 merebak, TikTok menjadi platform media sosial paling banyak didownload di Indonesia dalam 2 tahun berturut-turut. Selain Indonesia, TikTok juga berhasil menjadi media sosial ke-6 paling banyak digunakan di dunia.

Bahkan, menurut laman Frontier Digital, rata-rata pengguna TikTok didominasi oleh generasi  Z dan  mampu menghabiskan 89 menit per hari di aplikasi TikTok.

Kepopuleran TikTok saat ini digunakan bukan hanya untuk membuat konten video pendek saja. Melainkan, sekarang TikTok memiliki peranan besar dalam membantu mengembangkan bisnis. Banyak bisnis akhirnya menggunakan jasa influencer TikTok untuk mempromosikan produknya melalui konten video pendek di akun influencer tersebut. Nantinya, influencer akan memberikan link yang akan mengarah langsung ke produk brand tersebut.

Melihat perkembangan TikTok yang mulai dimanfaatkan oleh berbagai brand, aplikasi TikTok akhirnya mengeluarkan fitur terbaru dengan memberikan memudahkan brand dan pembeli dalam melakukan transaksi melalui satu aplikasi saja. 

Fitur TikTok Shop untuk Memperlancar Bisnis

Seperti penjelasan sebelumnya, TikTok mulai mengembangkan fitur baru, Fitur barunya ini dapat mempermudah bisnis dalam mempromosikan dan menjual produknya sendiri, juga memberi kemudahan bagi pengguna untuk melakukan transaksi langsung melalui aplikasi tersebut.

Pada 17 April 2021, TikTok Indonesia secara resmi meluncurkan TikTok Shop. TikTok Shop merupakan sebuah social commerce dipercayai dapat memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan dan nyaman bagi pemilik brand sebagai penjual, pembeli, dan para kreatornya.

Jika sebelumnya ketika brand bekerja sama dengan influencer harus menyediakan link terpisah untuk pergi ke produknya. Melalui TikTok Shop, brand dapat berjualan langsung melalui aplikasi TikTok tanpa harus memerlukan aplikasi terpisah.

Sebenarnya, konsep social commerce sendiri telah dipakai oleh Instagram bertajuk Instagram shopping dan Facebook bertajuk Facebook Marketplace. TikTok mengadopsi konsep tersebut untuk memberikan kenyamanan lebih bagi penggunanya dalam berbelanja.

Fitur TikTop Shop memberi kesempatan pada brand dan para penjual untuk mengembangkan bisnisnya melalui konten video pendek atau dengan memanfaatkan fitur live shopping dari akun TikTok bisnisnya. Banyak brand memakai jasa selebritas atau influencer Indonesia untuk membantu menjual produk miliknya melalui live streaming.

PopStar sebagai platform influencer marketing dapat membantu setiap brand dalam menemukan influencer tepat dalam mendukung perkembangan bisnis mereka.

Keberadaan fitur TikTok Shop ini dinilai sangat membantu perkembangan dari berbagai brand dalam menjual produknya. Sebanyak 24% marketer mengatakan bahwa TikTok Shop efektif dalam mencapai tujuan bisnis mereka.

Bahkan menurut AppAnnie, TikTok merupakan aplikasi nomor satu pendorong konsumen untuk melakukan pengeluaran. Pengeluaran konsumen meningkat hingga 77% di TikTok selama tahun 2021. 67% pengguna TikTok mengatakan, jika TikTok mendorong mereka untuk berbelanja walaupun mereka tidak memiliki rencana untuk belanja.

Saat ini pun popularitas TikTok Shop di Indonesia sebagai social commerce berhasil menyalip Instagram Shopping dan Facebook Marketplace.

Trend Kesuksesan Penjualan di TikTok Shop Indonesia

Menurut laporan survei Populix berjudul “The Social Commerce Landscape in Indonesia”, sebanyak 45% responden menggunakan TikTok Shop dalam berbelanja dibandingkan dengan WhatsApp, Instagram Shopping, dan Facebook Marketing.

Survei belanja media sosial (social commerce) oleh Populix.
Survei belanja media sosial (social commerce) oleh Populix.

Dalam laporan tersebut juga mengatakan, pengguna TikTok Shop didominasi oleh kaum hawa dengan rentan usia 18-25 tahun, sedangkan laki-laki pengguna TikTok Shop berada di rentan umur 36-45 tahun. Populix juga mengatakan bahwa perkembangan TikTok Shop akan terus maju, karena dari berbagai penawaran khusus bagi pengguna.

Pada survei Populix juga mengatakan bahwa pakaian merupakan jenis produk paling banyak dibeli oleh pengguna social commerce, dilanjutkan oleh produk kecantikan, makanan, gadget, dan lain-lain. Para pengguna social commerce ini rela menghabiskan sebanyak Rp275.000 per bulannya untuk berbelanja di social commerce.

Dari semakin bertambahnya penggunaan TikTok Shop, maka tidak heran jika selama tahun 2022 kemarin penjualan TikTok Shop naik hingga empat kali lipat, atau sebanyak Rp66.7 triliun.

Trend kepopuleran TikTok Shop ini karena kemampuan TikTok Shop dalam  memberikan pengalaman unik bagi para penggunanya. Di mana mereka dapat berbelanja sabil menonton video pendek  atau live streaming dari salah satu brand favoritnya.

Hal lain juga dirasakan oleh pemilik brand, brand merasa bahwa hadirnya TikTok Shop dapat membantu meningkatkan penjualan mereka. Di mana mereka dapat mempromosikan produknya langsung melalui konten video yang mereka buat di akun bisnisnya sendiri. Nantinya brand dapat menyisipkan produk mereka ke dalam konten video tersebut, dan jika pengguna meng-kliknya, maka akan diarahkan langsung ke etalase TikTok Shop dari brand.

Selain itu, dalam proses mempromosikan produknya brand dapat memanfaatkan fitur TikTok Ads. Brand dapat memanfaatkan beberapa jenis video TikTok Ads, mulai dari iklan jenis Brand Takeover yang akan muncul ketika pengguna baru saja membuka aplikasi TikTok. 

Selain itu ada juga iklan  In-Feed Video akan muncul di FYP pengguna setelah beberapa kali melakukan scroll video, Top View Ads Dapat dilihat di puncak feeds akun pengguna, hingga Branded Augmented Reality yang merupakan iklan dengan adanya stiker atau filter brand itu sendiri.

Jenis-jenis TikTok ads oleh Dips Strategy
Jenis-jenis TikTok ads oleh Dips Strategy

Jika pengguna TikTok tertarik dengan Ads milik suatu brand, maka dengan meng klik video Ads tersebut, pelanggan akan masuk ke dalam etalase toko brand.

Selain menggunakan video TikTok Ads untuk mempromosikan produk mereka di TikTok Shop, brand dapat memanfaatkan fitur live streaming. Saat ini banyak brand melakukan live streaming sambil berjualan.

Saat sedang live streaming, brand dapat menaruh produknya di bagian kiri bawah video dalam bentuk keranjang. Pengguna yang menonton live streaming tersebut dapat meng klik keranjang untuk melihat berbagai produk dari brand.

Nah, saat melakukan live streaming tidak jarang brand-brand menggaet selebritas atau influencer TikTok terkenal untuk menarik perhatian pengguna.

Contohnya saja seperti live streaming dari artis kondang Nagita Slavina. Melalui akun TikTok “tokomamagigiofficial”, wanita dengan sapaan Gigi ini menjalin kerjasama dengan berbagai brand lokal untuk menjual produknya melalui live streaming TikTok.

Bahkan, live streaming bertajuk “toko mama gigi” pernah meraup keuntungan hingga 1 miliar rupiah dalam satu hari live streaming TikTok. Bagaimana, sangat menarik bukan?

Selain toko mama gigi, kamu mungkin pernah menonton live streaming dari salah satu kucing lucu yang telah memiliki pengikut sebanyak 2.2 juta, Pororo. Live streaming dari Pororo ini berhasil menarik perhatian audiens akibat tingkah pendiam dan “pasrahnya” saat dikenakan berbagai pakaian kucing oleh pemiliknya. 

Atau mungkin kamu kenal dengan sosok ikonik satu ini, Tante Lala? Ya, Tante Lala beberapa waktu lalu sempat viral akibat gaya bicara unik-nya saat melakukan live streaming. Berkat keunikannya tersebut, tante Lala mendapatkan banyak kerja sama dari berbagai brand untuk menjual produknya melalui live streaming. Hasilnya pun memuaskan, banyak produk terjual habis.

Penggunaan Influencer dalam strategi bisnis dinilai masih sangat penting, apalagi bagi influencer terbukti memiliki pengaruh besar bagi para audiensnya.

Nah, dari sini kita sudah tahu bahwa TikTok Shop memiliki potensi besar dalam membantu pengembangan suatu bisnis. Kamu, sebagai pemilik bisnis harus pintar dalam mengatur strategi bisnis, agar tujuan dari bisnis kamu dapat tercapai.

Apalagi saat kamu dapat mengeksekusi TikTok Ads dan dapat memilih influencer dengan tepat. Pasti hasil bagi bisnis kamu pun akan lebih maksimal kedepannya.

PopStar merupakan influencer marketing platform yang dapat membantu memenuhi kebutuhan bisnis mu. PopStar dapat membantu dalam pencarian influencer tepat dan sesuai dengan bisnismu.

Sebagai influencer marketing platform, saat ini  PopStar telah memiliki 650.000 influencer dari berbagai kategori tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Jangan khawatir karena PopStar pasti memiliki influencer yang sesuai dengan kebutuhan brandmu.

Bila masih terdapat pertanyaan, silahkan kunjungi link ini dan tim PopStar akan segera menghubungi-mu!

section three background

Work with PopStar!

Start your Influencer Marketing Campaign and work with the top Instagram, TikTok, and Facebook influencers in the Indonesia and Philippines!